What Is a Hero?
EN translated
Hero is tied to struggle. What is struggle, really? Is it easy? When did we last fight for something? What are we even fighting for?
Sometimes I think, even the simple stuff in life needs a fight. Like getting solid sleep and waking up fresh, not eating too much, keeping meals clean, drinking enough water, showering and brushing twice, moving the body, studying, creating, working, and on and on. You do these every single day until the day you die, and the only opponent is your own mind and flesh. Try to picture it. No need, just look around, that is life.
We often lose to our thoughts, overthink, stress spikes, the only thing that can run away is our dumdum brain. These days thinking is too easy, yapping is even easier, just move your lips or fingers, heck, clanker can think and talk for you, beh.
Yet running without escaping is insanely hard. Like running to face stuff, running to chase dreams and goals. Easy? Don’t aim for dreams yet, take it literal: full sprint one kilometers. Ez? Sure, until your heartbeat feels like it will jump out.
In daily life we fight for small wins. When the mind is defeated, make victory out of your body. When the body is tired, calm the mind. When both lose, accept it but don’t surrender, stand up again. When we win, yay happy. But the joy is short, next round starts right after. Life is an endless loop. The question is, do we enjoy the fight?
Right now “hero” is just a title: national heroes for the country, masked heroes for fairy tales. Strip the title away from the word hero. Are we still worthy? What have we given up? What have we fought for?
Apa Itu Pahlawan?
ID original
Pahlawan erat kaitannya dengan perjuangan. Apa sih perjuangan itu? Apakah itu mudah? Kapan terakhir kali kita telah berjuang? Apa sih yang diperjuangin?
Kadang membatin, hal sederhana dalam hidup itu juga butuh diperjuangin. Misal tidur nyenyak bangunnya juga gasik, makan jangan kebanyakan, asupan sehat ngga usah muluk-muluk, minumnya juga yang cukup, mandi dan sikat gigi dua kali, rajin dan giat olahraga, belajar, berkarya, bekerja, dan lain-lain. Itu semua dilakukan setiap hari ngga ada habisnya sampai mati-pun yang kamu hadapi adalah jiwa-raga sendiri. Bayangkan coba? Ngga usah bayangin, itulah kehidupan.
Kita sering kalah dengan pikiran, overthinking, stressnya tinggi, semua itu karena yang cuma bisa lari adalah otak kita yang suka kabur. Jaman sekarang mikir itu sudah terlalu mudah, apalagi omong, cuma gerakin mulut atau jari, apalagi mikir dan omong bisa diwakilin ChatGPT, behh.
Namun lari yang bukan untuk kabur adalah hal yang sulitnya minta ampun, mode difficulty-nya ngga ada yang easy. Misal berlari untuk menghadapi, berlari untuk meraih mimpi dan tujuan. Easy? Jangan muluk-muluk sampai impian, secara harfiah saja: lari ngebut lima kilometer. Ez? Iya gampang, sampai rasanya jantung mau loncat kabur sendiri.
Di keseharian ini kita berjuang meraih kemenangan. Ketika kalah dari pikiran yang lelah, menangkan tubuhmu. Ketika kalah dari tubuh yang lelah, tenangkan pikiranmu. Ketika keduanya kalah, accept that but don’t give up, bangkit lagi! Ketika kita menang, hore kita senang! Namun itu hanya sesaat, setelahnya harus berjuang lagi. Hidup adalah lingkaran perjuangan tiada akhir. Pertanyaannya, apakah kita menikmati perjuangan itu?
Untuk saat ini pahlawan perjuangan hanya berupa gelar, untuk negara ada tuh pahlawan nasional, untuk dongeng ada tuh pahlawan bertopeng. Namun, jika kita cabut gelar dari konteks pahlawan. Tetap pantaskah kita menjadi pahlawan? Apa yang sudah kita korbankan? Apa yang sudah kita perjuangkan?