date_written: 2023-12-04

output-writing

Be Zero, Then Infinity

EN translated

Lots of folks stay busy, drunk on their own delusion. They toast to forget the pain and worries like it’s fine wine. Meanwhile, the present, the real gift, gets tossed like paper scraps.

Only a few oddballs pick that paper up, paint on it, even frame it like it’s masterpiece works. In a crowd of drunks, the sober one looks weird. And who cheers for the weirdo? Everyone’s busy, everyone’s buzzed.


Feeling fine with loneliness and boredom, that’s the real perk, a skill we must train on daily basis. In a world that’s always online, we need a clear wall between private space and public praise, or peace will never come. That wall is not built for us, we have to build it ourselves.

The odd ones pause their lives to sit still, chasing a quiet light so they can walk freer. You won’t hear them anymore, they live only in old tales we call legends.

To be a legend today, just reset how you use your gadget. Draw lines, set limits, raise mind walls, strengthen your cognitive security. No meditation in cave required, because an iPhone in a cave is still an iPhone, right? Haha. Step out of the cave and the world’s still spinning, same feed, same noise, didn’t pause for you. But you can always decide when to jump in.

If you feel stuck in a place with no direction, be a legend. To get free, dare to let go. Sit still, breathe, sharpen your mind until you can slice inner chains with ease. Shaky practice beats wasting life in a crowd. Being chained by mass psyche just sucks.

Nothing to Lose
Don’t Be Afraid of 0





Be Zero, Then Infinity

ID original

Banyak yang sibuk, mabuk delusi, romantisme penderitaan masa lalu dan kekhawatiran masa depan, banyak yang suka bersulang merayakan dua hal tersebut. Sedangkan masa kini, hadiah, literaly ‘present’ moment, dibuang cuma-cuma bagai gumpalan kertas tak berguna.

Hanya segelintir orang aneh yang mengapresiasi, memungut kertas itu, melukisnya, sampai dibikin bingkai bagai buah sang maestro. Di tengah-tengah kerumunan para pemabuk, yang sadar adalah yang aneh. Pada akhirnya, siapa yang menghiraukan perjuangan orang aneh? Semuanya sibuk, semuanya mabuk.


Nyaman dengan kesendirian dan mampu mengendalikan rasa kesepian, merupakan skill yang wajib dilatih di kehidupan sehari-hari. Dalam dunia maya yang serba terkoneksi, harus ada sekat yang jelas antara privasi dan validasi untuk menciptakan ketentraman. Batasan tersebut tidak tersedia secara default, kita harus mensetting diri sendiri.

Orang aneh yang menyempatkan titik hidupnya bertapa untuk meraih enlightment, guna membuat diri lebih merdeka dalam menjalani hidup. Mereka sudah tidak terdengar lagi, hanya ada dalam sebuah dongeng yang mana mereka disebut pendekar.

Untuk menjadi pendekar di era ini, cukuplah dengan meresetting kembali tentang penggunaan gadget, buatlah sekat, batasan, ataupun benteng mental. Ngga usah sampai ke goa, toh kalau di goa tetep bawa Iphone namanya percuma haha. Ketika balik dari goa juga yang dihadapkan ya tetaplah teknologi dan society.

Jika kamu merasa terjebak dalam lingkungan tanpa arah, jadilah pendekar. Untuk bebas kamu harus beranikan diri untuk lepas. Bertapa, meditasi, latihlah ketajaman fokus sampai kamu dapat menebas kekangan dalam diri dengan mudah. Latihan walau tertatih-tatih itu lebih baik daripada letih menghabiskan waktu terjebak di dalam kerumunan. Terkekang itu sangat menyebalkan.

Nothing to Lose
Don’t Be Afraid of 0